Minggu, 31 Januari 2016

Contoh "Memahami Risiko Perusahaan"



Bahwa dengan telah ditetapkannya Visi dan Misi serta mempertimbangkan perubahan lingkungan eksternal maupun internal bisnis PT. X, yang berpotensi menimbulkan berbagai jenis risiko, maka perlu mengelola semua risiko tersebut secara sistematis dan terstruktur dalam rangka meningkatkan kepastian tercapainya tujuan dan sasaran perusahaan. Pengelolaan risiko diperlukan dalam rangka penguatan penerapan Sistem Manajemen Mutu terkait dengan penegakan praktek bisnis dan dapat memberikan nilai tambah yang sesuai dengan harapan para stakeholders.

PT. X yang memproduksi dan memasarkan produk Y dalam operasinya tetap memperhatikan aspek mutu, memberikan kepuasan kepada pelanggan dan masyarakat melalui produk dan pelayanan yang berkualitas, mengutamakan keselamatan dan kesehatan kerja serta pelestarian lingkungan hidup. Untuk itu dalam menetapkan arah bisnis selalu mempertimbangkan faktor faktor risiko yang berpotensi merugikan perusahaan dengan terlebih dulu menganalisis risikonya. Dengan semakin banyaknya ketidakpastian serta cepatnya perubahan lingkungan usaha, baik internal maupun eksternal, maka akan berdampak kepada makin kompleksnya risiko usaha yang harus dihadapi perusahaan. Maka dalam rangka meningkatkan kemampuan perusahaan di dalam menghadapi setiap perubahan, penerapan manajemen risiko menjadi kebutuhan mutlak guna mengurangi dan mencegah terjadi kerugian yang mengganggu kelangsungan usaha.

Untuk dapat mengelola risiko yang mungkin terjadi, maka Kebijakan Manajemen yang dilakukan di PT.X. maupun di setiap unit kerja/anak perusahaan dengan menerapkan proses manajemen risiko dengan langkah langkah sebagai berikut :
1. Mendeteksi/mengidentifikasi risiko sedini mungkin pada setiap aktivitas yang berhubungan dengan bidang usaha yang ada.
2. Melakukan pengukuran tingkat / besarnya setiap risiko, dengan memperhitungkan besarnya dampak dan kemungkinan terjadinya peluang risiko.
3. Melakukan analisis dan evaluasi terhadap sumber risiko dan penyebab terjadinya risiko, sebagai dasar untuk memetakan dan mengendalikan risiko yang signifikan.
4. Menyusun rencana strategi pengendalian terhadap risiko yang mempunyai prioritas tinggi/risiko signifikan.
5. Melakukan kegiatan strategi pengendalian risiko yang membahayakan kelangsungan hidup perusahaan.
6. Melakukan komunikasi, konsultasi, review dan pemantauan, risiko secara terus menerus, khususnya yang mempunyai dampak cukup signifikan terhadap kondisi perusahaan.

Pengelolaan Risiko Eksternal
Pengelolaan risiko eksternal adalah pengelolaan risiko yang berhubungan dengan lingkungan di luar PT X dan dapat diprediksi sejak awal, antara lain : (dapat dibuat Tabel Risiko)
-       lingkungan hukum,
-       kondisi sosial-budaya,
-       persaingan bisnis,
-       fluktuasi harga dan inflasi.
Sedangkan Risiko eksternal yang tidak dapat diprediksi sejak awal, antara lain :
-       perubahan politik nasional,
-       regulasi & perubahan kebijakan pemerintah,
-       termasuk hal-hal berupa perubahan iklim dan force majeure seperti bencana alam.
Dampak yang ditimbulkan oleh risiko eksternal antara lain berupa :
-       kerugian finansial,
-       penurunan reputasi perusahaan,
-       keterbatasan kesempatan manajemen untuk bertindak.

Strategi pengelolaan risiko yang paling sesuai adalah mitigasi risiko dengan meminimalkan risiko yang mungkin terjadi setelah operasional berjalan, yaitu:
1.     Antisipasi sejak dini dengan melakukan transfer risiko, yaitu mengasuransikan portofolio bisnis yang sedang berjalan.
2.      Memeriksa kembali target dan sasaran perusahaan secara realistis guna melakukan efisiensi sumber dana perusahaan.
3.     Melakukan negosiasi ulang terhadap pihak kreditur untuk cicilan pembayaran hutang jangka menengah dan jangka panjang.

Pengelolaan Risiko Internal
Pengelolaan risiko internal adalah pengelolaan risiko yang berhubungan dengan lingkungan di dalam PT X, yaitu : (dapat dibuat Tabel Risiko)
-       pengelolaan operasional terhadap bisnis yang sudah berjalan,
-       pengelolaan pembentukan usaha baru,
-       pengelolaan kerja sama operasi,
-       pengelolaan pemanfaatan teknologi baru/investasi,
-       pengelolaan kepatuhan terhadap peraturan dan undang-undang serta
-       pengelolaan SDM.
Dampak yang ditimbulkan oleh risiko internal antara lain :
-       penurunan laba perusahaan,
-       penurunan kemampuan pendanaan perusahaan,
-       pelanggaran hukum,
-       penurunan produktifitas SDM dan
-       keterbatasan kesempatan manajemen untuk bertindak.

Strategi pengelolaan risiko yang paling sesuai adalah mitigasi risiko, yaitu meminimalkan risiko yang mungkin terjadi dengan cara :
1. Mendisiplinkan penggunaan anggaran yang ditetapkan sesuai Anggaran Perusahaan serta kepatuhan terhadap peraturan dan perundang-undangan.
2. Melaksanakan pemantauan, evaluasi dan bimbingan secara rutin terhadap bisnis yang sedang berjalan, bisnis baru dan kerjasama operasi, agar dapat mencapai target dan sasaran yang ditetapkan.
3. Melaksanakan tata kelola perusahaan secara benar dengan mentaati kepatuhan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku untuk setiap aktifitas yang akan dijalankan.
4. Melakukan penempatan SDM yang sesuai dengan kemampuan dan keahliannya serta memberlakukan sistem renumerasi dan perencanaan karir yang transparan. 

Dokumen Terkait : ISO 9001:2015 klausul 6

3 komentar:

  1. saya sudah baca artikel bapak , clear menambah pemahaman saya. terima kasih

    BalasHapus
  2. ada contoh prosedur risiko dan peluang ini pak?

    BalasHapus
  3. pak ada contoh prosedur dan daftar manajemen risiko

    BalasHapus

PELATIHAN PEMAHAMAN ISO 9001 SERIES - UIN JAKARTA

http://lpm.uinjkt.ac.id/lpm-laksanakan-pelatihan-awarness-iso-90012015/