Audit internal merupakan salah satu mata rantai dalam
penerapan sistem
manajemen mutu ISO9001. Audit internal sifatnya wajib dan
harus dilaksanakan dan karena pentingnya evaluasi atas pelaksanaan, maka semakin serius
perusahaan melakukan audit internal maka semakin bagus sistem manajemen yang dijalankan. Persyaratan
ISO 9001 sendiri mensyaratkan pelaksanaan audit dilakukan minimal 1 kali dalam 1 tahun.
Biasanya dalam sebuah audit muncul suatu temuan yang terjadi di
masing-masing Departemen/Bagian. Bahwa tujuan audit adalah untuk mencari perbaikan
kerja maka diharapkan baik Auditor maupun
Auditee
melepas conflict of interest yang terjadi di antara keduanya. Biasanya temuan tersebut muncul akibat adanya KETIDAK SESUAI DENGAN PERSYARATAN Standar ISO
9001 dan bukan untuk
mencari sebuah kesalahan baik pribadi atau organisasi. Penekanan ini semata-mata dilakukan
untuk menghilangkan hambatan – hambatan dalam pelaksanaan audit seperti Auditee yang
menyembunyikan fakta pada saat diperiksa oleh Auditor.
Ada hal penting yang perlu diketahui oleh Auditor bahwa dalam menuliskan
sebuah temuan audit harus berpijak pada kaidah PLOR :
1.
Problem (masalah yang ditemukan).
2.
Location
(lokasi/departemen ditemukannya masalah)
3.
Objective
(bukti temuan yang terjadi/terlihat)
4.
Reference
(dokumen yang mendasari_standar,SOP/IK,persyaratan teknis, peraturan)
Dengan berpijak pada
kaidah diatas maka pihak Auditee dapat melakukan tindakan perbaikan atas temuan
audit tersebut dengan mudah untuk kemajuan perusahaan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar